Berdasarkan sebuah penelitian di Harvard School of Dental Medicine, diketahuilah bahwa perokok pasif atau orang yang menghirup asap rokok yang berasal dari perokok aktif ternyata juga memiliki risiko gigi berlubang. Bagaimana hal ini bisa terjadi?
Dari penelitian ini ditemukan bahwa walaupun tidak secara langsung mengkonsumsi rokok, asap rokok yang ikut terhirup oleh perokok pasif juga akan memengaruhi aliran saliva (air ludah) yang ikut memiliki andil dalam menjaga kebersihan mulut.
Dengan berkurangnya produksi saliva, kemampuan rongga mulut untuk menjaga kebersihannya pun akan berkurang. Tingkat keasaman mulut akan meningkat, sehingga memudahkan lubang gigi untuk terbentuk.
Saat ini, mulai banyak orang yang menyadari bahaya dari kebiasaan merokok. Hampir 2/3 dari perokok ingin menghentikan kebiasaan buruknya itu. Dan diharapkan, dengan diketahuinya bahaya asap rokok terhadap orang lain di sekitarnya, mereka dapat lebih termotivasi lagi untuk memantapkan niatnya berhenti dari kebiasaan ini.
Dentistry.co.uk: Second-hand smoke may be a cavity riskPerhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya. Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan:
Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama